• Sel. Nov 29th, 2022
Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad, dua politikus senior yang memiliki hubungan rumit pernah jadi kawan hingga jadi lawan.

Jakarta, CNN Indonesia

Perdana Menteri baru Malaysia Anwar Ibrahim menjadi sorotan usai raja melantiknya setelah drama pemilihan umum (Pemilu) yang tak menghasilkan suara mayoritas.

Hubungan dia dengan eks PM Mahathir Mohamad pun tak luput jadi sorotan. Mereka memiliki rekam jejak yang rumit. Keduanya pernah akrab, bermusuhan, kemudian jalin kekuatan.

Sejak masih muda, Anwar aktif memimpin gerakan siswa Islam pada medio 1960 hingga 1970-an. Ia bahkan sempat ditangkap gegara aksinya menentang kemiskinan dan kelaparan.

Pihak berwenang mendakwa Anwar berdasarkan Undang-Undang Keamanan Internal (ISA). Ia ditahan selama 20 bulan tanpa menjalani proses peradilan.

[Gambas:Video CNN]

Saat itu lah, Mahathir mulai tertarik dengan Anwar. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1981, Mahathir menjadi perdana menteri.

Anwar kemudian bergabung dengan Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), di bawah pimpinan Mahathir. Dari sini, karier Anwar melesat.

Dari 1983 hingga 1991, ia tercatat menjadi menteri di berbagai bidang, mulai dari Menteri Pertanian, Menteri Pendidikan, hingga Menteri Keuangan (Menkeu).

Saat menjadi Menkeu, karier politik dia semakin melesat. Kemudian pada 1993, Mahathir mengangkat Anwar menjadi wakil perdana menteri.

Mahathir menaruh kepercayaan yang besar terhadap wakil PM-nya itu.

Dalam buku “Malaysian Politics Under Mahathir,” karya Diane K Mauzy menulis bahwa sang PM akan memikirkan semua rumor yang berkembang mengenai Anwar semalam suntuk sebelum bertanya langsung.

“Dia akan memikirkan apakah itu semua benar, dan membawa keraguannya sepanjang malam,” tulis Mauzy.

Lanjut baca di halaman berikutnya…



Pasang-Surut Hubungan Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad


BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Source link