• Sab. Nov 26th, 2022

Ma’ruf Amin Minta Pesantren Rusak Imbas Gempa Cianjur Diinventarisasi

Wapres meminta ponpes-ponpes yang mengalami kerusakan imbs gempa Cianjur agar diinventarisasi sehingga bisa dapat bantuan pemerintah.

Jakarta, CNN Indonesia

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meminta pondok-pondok pesantren yang mengalami kerusakan imbas bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, diinventarisasi guna mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Karena itu saya minta nanti diinventarisasi berapa pesantren dan kerusakannya seberapa beratnya,” kata Ma’ruf di sela kunjungan kerjanya di Purwokerto, Jawa Tengah berdasarkan video diterbitkan Setwapres.

Sebagai informasi, belum ada data pasti mengenai berapa jumlah pondok pesantren yang mengalami kerusakan imbas bencana gempa ini. Data BNPB per Selasa (22/11) lalu baru tercatat satu unit pondok pesantren rusak berat.

Ma’ruf mengatakan telah mengambil kebijakan memberikan bantuan berupa uang tunai dengan nominal variasi bagi korban gempa yang rumahnya rusak. Nominalnya bervariasi mulai dari Rp50 juta untuk yang rusak berat hingga Rp25 juta untuk rusak sedang.

“Pesantren pun tentu akan juga mendapat perhatian dari pemerintah,” kata dia.

Mantan Rais Aam PBNU itu memastikan jajaran pemerintah telah turun langsung menangani bencana di Cianjur. Ia pun meminta kepada jajarannya agar memperhatikan dan memenuhi pelbagai kebutuhan masyarakat dan pengungsi yang membutuhkan bantuan.

“Penampungan, kemudian juga konsumsi kemudian juga kebutuhan untuk air listrik supaya disiapkan dengan baik,” kata Ma’ruf.

Prajurit TNI Dikerahkan untuk Perbaiki Infrastruktur Cianjur

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Agus Subiyanto mengatakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun 2023 akan diarahkan untuk membantu perbaikan infrastruktur yang rusak akibat gempa di Cianjur.

“Kemudian kita arahkan 2023 mungkin ke daerah Cianjur dan daerah lainnya yang terkena bencana alam,” kata Agus usai membuka Rapat Paripurna-43 TMMD di Mabesad, Jakarta, Kamis (24/11).

Ia menjelaskan program TMMD pada menyasar aspek fisik dan non-fisik. Selain infrastruktur yang rusak, aspek fisik di antaranya untuk merehabilitasi rumah tidak layah huni.

“Pembangunan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) kita ada, kita bangun juga, dan sebagainya,” katanya.

Sejauh ini, ia juga menyatakan masih ada ribuan personel yang diturunkan untuk membantu proses evakuasi di Cianjur.

Selain tim evakuasi, TNI AD juga menurunkan tim psikologi untuk membantu pemulihan trauma psikologis bagi para korban gempa.

“Kita kemarin 2.400 lebih. Hari ini mungkin kita akan tambah lagi supaya lebih cepat penanganannya,” katanya.

Sebagai informasi, gempa Cianjur memiliki kekuatan magnitudo 5,6 mengguncang pada Senin (21/11). Korban meninggal dunia gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bertambah menjadi 272 orang per pukul 17.00 WIB, Kamis (24/11).

“Perkembangan terakhir terkait jumlah korban, hari ini sejumlah 272 jenazah.Hari ini ditemukan satu jenazah atas nama Ibu Nining umur 64 tahun.” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Posko Tanggap Darurat, Kantor Bupati Cianjur, Kamis petang.

Suharyanto mengatakan dari 272 korban meninggal, baru 162 orang yang teridentifikasi. Sementara jumlah korban yang masih hilang sebanyak 39 orang.

“Yang sudah dapat diidentifikasi ada 165 orang. Sementara yang masih kita cari identitasnya ada 107 jenazah,” ujarnya.

(rzr, yoa/kid)



[Gambas:Video CNN]


Source link