• Sab. Nov 26th, 2022
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu berhasil mengikuti jejak mantan pelatih Korea Selatan Shin Tae Yong yang sukses membungkam Jerman di Piala Dunia 2022.

Jakarta, CNN Indonesia

Pelatih Jepang Hajime Moriyasu berhasil mengikuti jejak mantan pelatih Korea Selatan Shin Tae Yong yang sukses membungkam Jerman di Piala Dunia 2022.

Empat tahun silam, Korsel yang dipimpin Shin Tae Yong membuat kejutan dengan mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 di Piala Dunia 2018. STY sendiri saat ini tercatat sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Kini, Jepang di bawah kendali Moriyasu sukses menumbangkan Jerman 2-1 pada laga Grup E di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Rabu (23/11) malam WIB.

Sempat tertinggal 0-1 lewat gol Ilkay Gundogan di babak pertama, Jepang berhasil comeback dan memenangkan pertandingan berkat gol-gol Ritsu Doan dan Takuma Asano di babak kedua.

Kemenangan ini langsung mengangkat pamor Moriyasu. Ia menuai banyak pujian atas pilihan taktiknya pada pertandingan melawan tim raksasa Jerman.

Perubahan taktiknya dari 4-2-3-1 ke 3-4-3 yang memungkinkan Jepang melakukan comeback mengejutkan melawan Jerman.

Terbukti, dua pencetak gol Samurai Biru yaitu Ritsu Doan dan Takuma Asano adalah pemain pengganti berkat pilihan taktiknya di babak kedua.

“Ketika kami kebobolan, kami [harus] melanjutkan. Anda harus gigih, lalu Anda bisa maju. Kami harus tangguh sampai menit terakhir dan kemudian kami bisa meraih momen ini.” ucapnya.

Hajime Moriyasu lahir di Kakegawa, Shizuoka, pada 23 Agustus 1968. Ia bukan pemain tersohor yang berkiprah di luar negeri macam Hidetoshi Nakata maupun Shinji Kagawa.

Karier profesionalnya sebagai pesepakbola mayoritas dihabiskan di klub Sanfrecce Hiroshima mulai tahun 1987 sampai 2001.

Moriyasu sempat membela timnas Jepang pada kurun 1992 sampai 1996 dengan catatan 35 caps serta menyumbang 1 gol.




In this Aug. 31, 2017, photo, South Korea's head coach Shin Tae-yong, right, speaks to his player Son Heung-min during a 2018 Russia World Cup qualifying soccer match against Iran at Seoul World Cup Stadium in Seoul, South Korea. South Korea named an entirely overseas-based roster Monday, Sept. 25, 2017 to start preparations for the 2018 World Cup and warm-up games between host Russia and possibly Morocco in October. (AP Photo/Lee Jin-man)Shin Tae Yong pernah menangani Korea Selatan saat mengalahkan Jerman 2-1 di Piala Dunia 2018. (AP Photo/Lee Jin-man)

Pada 2003 ia memutuskan gantung sepatu dan banting stir sebagai staf pelatih. Setahun berselang, Moriyasu ditunjuk menjadi asisten pelatih Sanfrecce Hiroshima, dan sempat pula melatih Albirex Niigata.

Pada 2012, Moriyasu kembali ke Sanfrecce Hiroshima sebagai pelatih kepala. Hasilnya, Moriyasu langsung mengantar Hiroshima juara J-League 2012. Prestasi gemilang tersebut membuat Moriyasu dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik di tahun yang sama.

Sebanyak enam gelar bergengsi berhasil dipersembahkan Moriyasu untuk Sanfrecce hingga tahun 2017, yakni tiga gelar juara J-League (2012, 2013, 2015) dan Piala Super Jepang (2013, 2014, 2016).

Prestasi gemilang di klub membuat JFA menunjuk Moriyasu sebagai pelatih timnas Jepang U-23 pada 2017. Setahun berselang Moriyasu rangkap jabatan sebagai pelatih timnas senior Jepang untuk menggantikan Akira Nishino.

Sejak 2021 Moriyasu melepaskan jabatan di tim junior demi menjaga fokus membangun kekuatan tim senior Jepang jelang mentas di Piala Dunia 2022.

Kiprah Moriyasu bersama Jepang di laga perdana Piala Dunia Qatar berbuah manis usai menang lawan tim favorit juara, Jerman. Ia menjadi pelatih Asia kedua setelah Shin Tae Yong yang mampu mengalahkan Jerman.

Menarik dinanti sejauh mana kiprah Jepang bersama Moriyasu di Qatar 2022 mengingat mereka tergabung di Grup E bersama Spanyol dan Qatar.

[Gambas:Video CNN]

(jun/ain)



[Gambas:Video CNN]





Source link