• Sel. Nov 29th, 2022

Daftar 8 Penyakit yang Kuras Isi Dompet BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan menyebut ada delapan penyakit yang klaim biaya pengobatannya menguras isi dompet mereka; jantung hingga stroke. Klaimnya mencapai Rp61 triliun.

Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin curiga biaya pengobatan konglomerat menguras isi kantong BPJS Kesehatan. Untuk membuktikan kecurigaan itu, Budi akan memelototi tagihan listrik 1.000 peserta BPJS Kesehatan dengan tagihan biaya pengobatan terbesar.

Budi berdalih jika seseorang peserta BPJS Kesehatan memiliki rumah dengan listrik dengan daya di atas 6.600 VA, maka ia tergolong ke dalam masyarakat yang mampu alias kaya.

“Kalau VA-nya di atas 6.600, yang pasti itu adalah orang yang salah. Karena saya juga dengar sering sekali banyak orang-orang yang dibayarin besar itu banyaknya, mohon maaf, orang-orang kadang konglomerat juga,” kata Budi dalam Rapat kerja dengan Komisi IX DPR beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan peserta BPJS Kesehatan dari golongan orang kaya tidak seharusnya bergantung banyak pada pelaksana Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu. Mereka seharusnya mengombinasikan iuran jaminan sosial BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta jika ingin berobat.

Lalu biaya pengobatan penyakit apa yang sebenarnya menguras isi kantong BPJS Kesehatan sehingga membuat Budi galau dan karena itu berencana memelototi tagihan listrik 1.000 orang?

Mengutip data BPJS Kesehatan, keuangan badan pelaksana Program Jaminan kesehatan Nasional (JKN) itu tersedot paling banyak untuk membiayai delapan penyakit utama sejak 2019-2021. Penyakit jantung menjadi yang paling besar menguras isi kantong BPJS Kesehatan.

Data mereka menunjukkan total kantong yang tersedot untuk membiayai pengobatan penyakit jantung mencapai Rp30,32 triliun.

“Ada datanya (penyakit), lengkap semua. Mau penyakit apa saja ada di BPJS Kesehatan. Iya (penyakit jantung menyedot dana BPJS Kesehatan terbesar),” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/11).

Jika ditotal, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan Rp61,42 triliun untuk membiayai klaim 8 penyakit, mulai dari jantung hingga gagal ginjal. Biaya paling banyak dikeluarkan pada 2019 sebesar Rp23,51 triliun.

Berdasarkan data sejak 2019 hingga 2021, berikut jumlah kasus dan rincian biaya 8 penyakit yang paling menguras isi kantong BPJS Kesehatan:

1. Jantung

Penyakit jantung menjadi yang paling banyak menguras isi kantong BPJS Kesehatan, yakni sebesar Rp30,32 triliun selama tiga tahun atau 49,36 persen.

Pada 2019, ada 14.310.978 kasus penyakit jantung yang klaim biaya pengobatannya ke BPJS Kesehatan mencapai Rp11,83 triliun. Jumlah kasus sempat menurun ke 12.995.338 pada tahun berikutnya, begitu pula dengan rincian biaya sebesar Rp9,8 triliun.

Sementara itu, klaim BPJS Kesehatan pada 2021 untuk penyakit jantung juga turun meski tidak signifikan. Kasus yang terjadi menyentuh 12.934.931 dengan pembiayaan mencapai Rp8,6 triliun.

2. Kanker

Di urutan kedua ada kanker yang menguras 18,26 persen dana BPJS Kesehatan sebesar Rp11,21 triliun. Mirip dengan jantung, klaim untuk penyakit kanker jumlahnya paling besar pada 2019.

Kasus paling banyak terjadi pada 2019 sejumlah 2.743.858 dengan total pembiayaan mencapai Rp4,12 triliun. Jumlah klaim BPJS Kesehatan untuk penyakit kanker menurun ke 2.553.033 kasus pada tahun berikutnya, diikuti penurunan biaya menjadi Rp3,58 triliun.

Namun, kasus kanker naik tipis ke 2.595.520 pada 2021. Meski mengalami kenaikan kasus, jumlah dana yang dikeluarkan BPJS Kesehatan malah turun sedikit ke Rp3,5 triliun.

3. Stroke

Stroke menempati urutan ketiga penyakit paling banyak menguras isi kantongBPJS Kesehatan.Rinciannya adalah 12,63 persen dengan total biaya Rp7,75 triliun. Mirip dengan kanker, kasus penyakit stroke sempat turun pada 2020 sebelum naik kembali di tahun berikutnya.

Pada 2019, BPJS Kesehatan menggelontorkan Rp2,99 triliun untuk membiayai pengobatan 2.354.392 kasus stroke. Biaya tersebut turun ke Rp2,59 triliun untuk 1.030.623 kasus pada tahun berikutnya.

Kenaikan kasus stroke kemudian terjadi pada 2021 mencapai 1.992.014. Meski begitu, biaya yang dikeluarkan BPJS Kesehatan hanya Rp2,16 triliun atau lebih rendah dari dua tahun sebelumnya.

4. Gagal Ginjal

Klaim untuk penyakit gagal ginjal tak kalah banyak. Ada Rp6,72 triliun dana yang harus dikeluarkan selama tiga tahun atau menyedot 10,94 persen isi kantong BPJS Kesehatan.

Kendati, kasus gagal ginjal mengalami penurunan sejak 2019. Mulanya ada 1.933.140 kasus yang menghabiskan biaya Rp2,7 triliun. Kemudian turun ke 1.763.057 kasus gagal ginjal pada 2022 dengan biaya sebesar Rp2,23 triliun pada 2020. Angka tersebut kembali turun pada tahun berikutnya, dengan 1.417.104 kasus dengan biaya Rp1,78 triliun.

Thalassemia hingga Sirosis Hepatitis


BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Source link