• Sab. Nov 26th, 2022

Cara Daftar Booster Kedua untuk Lansia dan Jenis Vaksin yang Digunakan

Kemenkes telah mengizinkan lansia mendapatkan vaksin Covid-19 dosis keempat. Berikut ini cara mendaftar dan jenis vaksin yang dapat digunakan.

Jakarta, CNN Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan izin vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau booster kedua bagi warga berusia di atas 60 tahun di Indonesia atau lanjut usia (lansia).

Ketetapan itu tertuang dalam Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia yang diteken oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu pada 22 November 2022.

Kemenkes mengungkapkan pemberian dosis booster kedua untuk lansia ini diberikan dengan interval enam bulan setelah vaksinasi dosis booster pertama.

“Adapun vaksinasi COVID-19 booster kedua untuk lansia, bisa diberikan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sejak booster pertama diberikan,” kata Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan M Syahril dari laman Kemenkes.

“Sementara bagi lansia yang belum booster pertama segera dapatkan booster pertama, Kami menghimbau agar para lansia dipastikan vaksinasi primernya harus dilengkapi dulu,” imbuhnya.

Pemberian vaksin booster kedua itu bertujuan untuk memberikan perlindungan tambahan bagi kelompok rentan dari serangan virus corona. Pasalnya, virus tersebut kini bermutasi dengan beragam varian dan cenderung menjadi penyebab tren peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.

Pendaftaran vaksinasi booster kedua bisa dilakukan melalui aplikasi PeduliLindungi. Berikut langkah-langkahnya:

– Buka aplikasi PeduliLindungi.
– Masuk dengan akun yang terdaftar.
– Pilih menu ‘Profil’.
– Pilih ‘Status Vaksinasi dan Hasil Tes Covid-19’.
– Status dan jadwal vaksinasi booster akan muncul.
– Pilih menu ‘Riwayat dan Tiket Vaksin’ untuk mengecek tiket vaksin.

Adapun jenis vaksin untuk dosis keempat yang dapat digunakan lansia berdasarkan tujuh jenis vaksin booster pertama yaitu sebagai berikut.

1. Kombinasi untuk booster pertama Sinovac

– AstraZeneca diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
– Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml
– Moderna diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
– Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
– Sinovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
– Indovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

2. Kombinasi untuk booster pertama AstraZeneca

– Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
– Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml
– AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

3. Kombinasi untuk booster pertama Pfizer

– Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml
– Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
– AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

4. Kombinasi untuk booster pertama Moderna

– Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml
– Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml

5. Kombinasi untuk booster pertama Janssen (J&J)

– Janssen (J&J) diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
– Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
– Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

6. Kombinasi untuk booster pertama Sinopharm

– Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
– Zivifax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

7. Kombinasi untuk booster pertama Covovax

– Covovax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

(yla/tsa)



[Gambas:Video CNN]


Source link