• Sab. Nov 26th, 2022
Sopir taksi itu menolak mengangkut sang jurnalis setelah mengetahui penumpangnya tersebut merupakan warga Israel.

Jakarta, CNN Indonesia

Seorang sopir taksi di Qatar menendang keluar wartawan media Israel KAN News, Dor Hoffman, yang hendak meliput gelaran Piala Dunia 2002 usai.

Sopir taksi itu menolak mengangkut sang jurnalis setelah tahu dia merupakan orang Israel. Supir itu mengatakan Israel sudah “membunuh saudara-saudaranya” yang diduga merujuk pada Palestina.

Sopir taksi itu langsung menghentikan kendaraan dan menurunkan sang jurnalis setelah mengetahui bahwa Hoffman berasal dari Israel.

Hal itu terungkap dari pengakuan Hoffman yang ia bagikan saat meliput pertandingan Piala Dunia Qatar 2022.

Hoffman juga mengatakan pengemudi itu menolak menerima uangnya.

“Dia menghentikan saya di lokasi antah berantah, mengatakan dia tidak akan menerima uang karena kami membunuh saudara-saudaranya,” ujar Hoffman seperti dikutip The Jerusalem Post.

Meski begitu, Hoffman mengaku baik-baik saja dan memutuskan untuk mencari taksi lain.

Selain itu, Hoffman juga melaporkan bahwa ia dikawal ketat oleh petugas keamanan saat berada di sebuah pantai di Qatar.

Hoffman berujar petugas keamanan tiba-tiba datang dan mengusirnya beserta tim saat berada di kawasan umum itu.

[Gambas:Video CNN]

Menurutnya, petugas keamanan tersebut dikerahkan setelah dia meminta izin ke sebuah restoran setempat untuk melakukan syuting di sana.

“Pemiliknya bertanya dari mana kami berasal. [Lalu] dia memanggil penjaga keamanan untuk mengawal kami pergi setelah tahu kami orang Israel,” ujar dia.

Pemilik restoran itu, kata Hoffman, bahkan sempat merampas ponselnya. Hoffman menduga sang pemilik restoran menghapus semua foto yang diambil di rumah makannya.

“Saya merasa terancam,” akunya.

“Ini adalah hal-hal yang harus dibicarakan,” tandas Hoffman.

Atas kejadian ini, Hoffman pun mengingatkan warga Israel yang bepergian ke Qatar perlu berhati-hati. Menurutnya, pelancong harus bisa menjaga keamanan dirinya sendiri karena kejadian seperti yang dialaminya itu bisa menimpa siapapun.

“Kita harus belajar mengatasi insiden ini, sebagai orang Israel yang kerap dimusuhi. Itu bisa terjadi pada siapa saja. Kita perlu menjaga keamanan diri kita sendiri dan memahami bahwa [perjalanan ke Qatar] ini merupakan bagian dari pekerjaan,” ujarnya.

“Saya tidak tertarik dengan cerita-cerita semacam ini, saya ingin bicara tentang sepak bola.”

Pada Kamis, Hoffman sempat berseloroh di Twitter dengan mengatakan bahwa “setiap orang Israel yang bepergian ke Qatar harus mengatakan bahwa mereka berasal dari Malta. (Sebab) tidak ada seorangpun yang tahu soal Malta,” cuitnya.

Malta sendiri merupakan negara kepulauan di Eropa Selatan yang terletak sekitar 80 kilometer dari selatan Italia.

Qatar diketahui menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Hubungan antara Qatar dan Israel pun selama ini tidak memiliki ikatan resmi.

Namun Qatar sejauh ini banyak bekerja sama dengan para pejabat Israel. Qatar juga sering menerima permintaan Israel terkait Kosher Food atau makanan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi menurut hukum Yahudi serta menerima penerbangan langsung dari Yerusalem.

(blq/rds)



[Gambas:Video CNN]


Source link