• Sab. Nov 26th, 2022

2 Pelatih dengan Gaya Nyentrik di Piala Dunia 2022: Cisse dan Song

Aliou Cisse dan Rigobert Song menjadi sosok pelatih yang tampil dengan gaya nyentrik di Piala Dunia 2022.

Jakarta, CNN Indonesia

Aliou Cisse dan Rigobert Song menjadi sosok pelatih yang tampil dengan gaya nyentrik di Piala Dunia 2022. Cisse merupakan pelatih tim nasional (timnas) Senegal, sedangkan Song merupakan pelatih timnas Kamerun.

Berbeda dengan pelatih timnas lainnya yang tampil dengan gaya rambut cenderung klimis atau botak, Cisse dan Song memimpin anak asuhnya dengan gaya rambut gondrong serta gimbal bak musisi reggae.

Bahkan, dua sosok pelatih itu kerap menambahkan aksesoris topi untuk melengkapi gaya berpakaiannya di pinggir lapangan.

Cisse saat ini berusia 46 tahun. Ia lahir pada 24 Maret 1976, di Ziguinchor, Senegal. Cisse merupakan kapten timnas Senegal saat pertama kali tampil di pentas Piala Dunia pada 2002 silam.

Selama menjadi pemain profesional, Cisse pernah membela sejumlah klub Eropa seperti Lille, Sedan, Paris Saint-Germain (PSG), Montpellier, Birmingham City, Portsmouth, serta Nîmes.

Cisse gantung sepatu pada 2009 silam dan terpilih menjadi arsitek Senegal pada 2015.

Sementara itu, Song saat ini sudah berusia 46 tahun. Ia lahir pada 1 Juli 1976, di Nkenglicock, Kamerun.

Song merupakan legenda Kamerun yang sudah tampil membela Indomitable Lions di Piala Dunia 1994. Setelah itu, ia selalu menjadi pilihan utama ketika Kamerun berkompetisi di Piala Dunia 1998, 2002, dan 2010.

Penampilan terakhir Song bersama Kamerun terjadi ketika di Piala Dunia 2010. Sayangnya, saat itu Kamerun gagal total.

Song memulai karier sepak bolanya di Eropa bersama FC Metz pada 1994. Seiring performanya yang terus menanjak, Liverpool akhirnya tertarik meminangnya pada 1999.

Setelah tampil cukup baik bersama Liverpool dan mengantarkan The Reds juara Piala UEFA 2000/2001, Song hengkang ke West Ham United. Sayangnya, ia gagal beradaptasi dan langsung dipinjamkan ke FC Koln selang enam bulan kepindahannya.

Song kemudian memutuskan pindah ke klub Prancis, Lens, sampai tahun 2004. Empat tahun kemudian, Song hengkang ke Liga Turki untuk memperkuat Galatasaray dan mengakhiri kariernya sebagai pemain sepak bola di Trabzonspor pada 2010.




Soccer Football - FIFA World Cup Qatar 2022 - Cameroon Press Conference - Main Media Center, Doha, Qatar - November 23, 2022 Cameroon coach Rigobert Song during the press conference REUTERS/Suhaib SalemRigobert Song yang sempat jadi andalan Kamerun di lini belakang kini sudah berperan sebagai arsitek tim. (REUTERS/SUHAIB SALEM)

Penunjukkan Song menjadi juru taktik timnas Kamerun ini tak lepas dari kontroversi. Pasalnya, Song mendapat mandat langsung dari Presiden Kamerun Paul Biya untuk mengisi kursi kepelatihan.

Penunjukan Song diumumkan oleh Menteri Keolahragaan Kamerun, Narcisse Mouelle Kombi, yang menurut pernyataannya sendiri mendapat rekomendasi dari sang presiden.

[Gambas:Video CNN]

(mts/ptr)







Source link